News Detail
Delapan NGO Siap Kelola Program Aceh – EDFF
Banda Aceh, Agustus 2010 – Delapan NGO yang menjadi Lembaga Pelaksana atau Sub-project Implementing Entities (SIEs) siap mengelola program Aceh- Economic Development Financing Facility (EDFF). Kesiapan ini sejalan dengan telah dilakukannya Perjanjian Penerusan Hibah atau Sub Grant Agreement (SGA) antara lembaga pelaksana dengan Satker EDFF BAPPEDA Aceh. Proyek ini didanai oleh Multi Donor Fund ( MDF) Aceh - Nias dengan mitra agensi dan pengawasan oleh Bank Dunia.
“Setelah ditandatanganinya Perjanjian Penerusan Hibah atau Sub Grant Agreement (SGA), maka program EDFF segera dapat diimplementasian di lapangan. Ada delapan lembaga pelaksana atau Sub-project Implementing Entities (SIEs) telah terpilih secara objektif dan transparan. Empat diantaranya telah dan segera bekerja di lapangan, terang Kepala BAPPEDA Aceh, Ir.Iskandar, M.Sc pada Tabangun, akhir pekan lalu.
Penandatanganan Pelaksana sub-proyek tersebut adalah Canadian Cooperative Association (kopersi di bidang pertanian dan perikanan), Swisscontact (perkebunan/kakao), Action Aid Australia-Keumang (perkebunan/kakao), Muslim Aid (peternakan). Empat NGO tersebut telah menandatangani Surat Perjanjian Hibah dengan Satker EDFF BAPPEDA Aceh dan telah melaksanakan kegiatan operasional sub-proyek.
Sedangankan SIE yang lainnya seperti Islamic Relief (perikanan), Aceh Developent Fund (pengolahan ikan), dan Caritas Czech Republic (pengolahan nilam) dan International Organization for Migration (IOM) masih dalam tahap revisi proposal dan diharapkan bisa memulai kegiatan sub-proyek dalam beberapa minggu mendatang.
“Penandatanganan Pelaksana sub-proyek kita gelar pada akhir Juli lalu dalam acara Rapat Koordinasi dan Implementasi Program Aceh- Economic Development Financing Facility dan Penandatanganan Perjanjian Penerusan Hibah atau Sub Grant Agreement di BAPPEDA Aceh yang disaksikan oleh MDF, Bank Dunia,, Duta Besar Denmark, perwakilan Uni Eropa, Bappenas dan Kementrian Pembangunan Daerah Tertingal” terang Kepala BAPPEDA Aceh.
Dalam pelaksanaannya, para SIE bermitra aktif dengan dinas, lembaga teknis pemerintah, LSM dan para ahli dari Aceh. Enam SIE juga telah menandatangani Kerja Sama Teknis dengan pihak KPDT,” lanjutnya sembari menambahkan Mae Fah Luang Foundation (MFLF) yang telah terpilih sebagai salah satu lembaga pelaksana yang memiliki sub-proyek peternakan telah menyatakan mengundurkan diri dalam program yang didanai MDF ini melalui surat resmi mereka tertanggal 6 Agustus 2010 kepada PMU EDFF BAPPEDA Aceh.
Dalam surat pengunduran diri MFLF disebutkan Kepala BAPPEDA Aceh, waktu yang hanya tersedia bagi pelaksanan sub-proyek sampai Maret 2012 dikhawatirkan tidak dapat memenuhi target MFLF dalam melaksanakan sub-proyek peternakan di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya.
“Jadi, mereka memilih untuk mundur. Kita sangat menyayangkannya dan sampai saat ini, BAPPEDA sebagai pelaksana program EDFF di tingkat provinsi masih terus melakukan upaya-upaya agar MFLF tidak mundur,” tuturnya.
Kembali ditegaskan Iskandar, meski dana hibah internasional ini dikelola oleh Pemerintah Aceh melalui APBN namun pelaksana operasional di lapangan dilaksanakan oleh lembaga non pemerintah atau NGO yang bertindak sebagai pelaksana sub-proyek. Dengan keunikan mekanisme pelaksanaan tersebut, diakui proyek ini juga tidak lepas dari adanya penundaan sehingga perlu dipacu lebih cepat sehingga dapat mencapai tujuan sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.
“Aceh sedang dalam masa kesinambungan rekonstruksi yang dikoordinir langsung BAPPEDA Aceh. Program pemberdayaan ekonomi Aceh-EDFF, diharapkan menjadi salah satu pilar pemulihan dan pembangunan ekonomi jangka panjang dalam masa kesinambungan rekonstruksi ini,” tegasnya.



















